kenangan

  • Replace This Text With Your Featured Post 1 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 2 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 3 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 4 Description.
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

Cerita Indah Senyum Semangat


Dalam khayalan ku, Aku akan kembali terdiam bercucuran keringat memejamkan mata dan berkomat-kamit lantunan harapan. Terbayang penuh Tanya hasil apa yang akan aku dapatkan. Setelah aku menempuh pembelajaran di SMP dan mengikuti Ujian Nasional dengan baik, kini aku mulai berencana untuk melanjutkan kesekolah yang  aku impikan, dan tentu aku sangat berharap bisa belajar di SMA yang akan menjadi jembatan cita-cita ku. Tiba-tiba Ratna membuyarkan lamunan ku dengan lembut

 “fitri, fit maaf ini aku punya brosur pesat nih.” Tungkas ratna sambil mentodorkan brosur.
“ eh rat,wah mana rat? Aku liat dong.” Ungkap aku
“hehe, ini fit, aku dapet dari putri lestari, dia juga mau sekolah disitu.” Ujar ratna
“wah tu kan, ada jurnalistik nya. Ya allah aku mau sekolah disana.”pungkas aku
Tiba-tiba Putri dan siti menghampiri.
“ fit, kamu mau sekolah di situ juga? Wah semoga sekelas lagi ya nanti.?”
“heheh. Iya put, pengennya si aku di situ, tapi cobaminta izin dulu dengan orang tua aku.” Tutur aku
“tapi kan fit, kamu udah tau belum? Pasti udah taukan?  Apa lagi kan kamu itu berdua dengan adik kembar kamu, Kalau di pesat itu biaya nya besar, aku aja engga berani masuk situ, aku engga mau nambahin beban orang tua aku.” Ungkap siti
Mendengar pernyataan itu aku benar-benar tergoyang niat aku, ketika wajah lembut kedua orang tua ku Nampak nyata dalam mata ku. Sejenak aku berusaha menata hati aku.
“ iya siti aku tau, aku udah liat dibrosur nya, sama sekali aku juga engga ma membebanan orang tua ku, tapi tekad aku dan suara hati aku tetap berusaha ingi

Aku bersemangat  pulang sekolah untuk memberi kabar kepada ibu dan keluarga di rumah. Dan tentu aku berharap kabar ini akan diterima dengan baik.
“Assalammualaikum, ibu eneng pulang.” Ucap aku
“Waalaikumsalam, ayo ganti baju makan dulu, lalu sholat ya.” Tutur ibu
“ibu, eneng mau kasi tau sesuatu ke ibu, eneng udah dapet brosur nya pesat.”
Aku pun mengulurkan tangan ku dengan sedikit gemetar  memberikan brosur kepada ibu. Aku mulai teliti membaca respon apa dari raut wajah ibu setelah mengamati brosur pesat. aku pun mulai membuka mulut menjelaskan pelan dann hati-hati kepada ibu.
“ibu, di brosur itu lengkap tentang sekolah pesat, dan di pesat walaupun SMA tapi lebih dari SMK, di pesat ada elektro, otomotif, tatabusana, tataboga, dan banyak lagi, bahkan di pesat ada jurnalistik. Semua itu ada di student day.  Nah di pesat juga ada Kopasus IT nya ibu.” Tutur aku
“ iya nak, begitu juga dengan perinciaan biaya nya, sangat lengkap.” Ungkap ibu

Mendengar ucapan ibu, aku mulai menebak-nebak keputusan dari ibu. Aku terdiam nyaris meluncurkan bah air mata. Sekuat-kuat mungkin aku jadikan bongkahan air mata untuk tidak membanjiri wajah ku. Putri yang baru selesai dari kamar mandi langsung duduk ikut berkumpul dan tidak lama dari itu, bapak bangun dari tidur siang nya, dan turut berkumpul juga. Ibu kembali menuturkan kata-kata.
Dan aku mulai menarik nafas entah akan aku hembuskan dengan cara seperti apa. Apakah dengan cara perlahan tapi lancar dan penuh celah terang, ataukah dengan cara perlahan tapi tertahan keluar.

Rabu, 29 Agustus 2012

Harap punya sahabat, Pacar yang diberikan.


 
Kejadian satu tahun silam yang menyedihkan, sudah aku lupakan. Kini usia ku semakin dewasa dan mengharuskan sifat ku juga dewasa. Pada tahun ajaran baru ku ini, aku mendapat kelas yang sangat kurang aku suka. Aku sedih dengan kelas itu. Namun kesedihan itu tak aku simpan lama-lama. Aku saat itu bingung harus duduk sama siapa. Ketika aku menuju perpustakaan, disana aku bertemu laila dan aku menanyakan soal kelas barunya.

“hai laila, sendirian aja?” Tanya aku
“engga kok, sama ela fit, fitri udah tahu kelas baru nya belum?” tanyanya.
“sudah, aku di kelas paling akhir kalau kamu.” Ungkap aku.
“wah sama dong fit, aku juga di kelas IPS yang akhir. Fit duduk sama aku yuk, mau ga duduk bareng?” Tanya laila.
Sontak aku sangat terkejut, laila mengajak aku untuk duduk bersama. Padahal laila sudah tahu bagaimana repotnya berurusan dengan aku untuk soal pelajaran berhitung, akupun bertanya dengan heran kepada laila.
“kamu yakin mau duduk dengan aku? Apa kamu engga takut aku akan merepotkan mu?” Tanya aku dengan sedih.
“hahaha, enggalah fit. Santai aja. Duduk bareng oke”
“oke laila, makasih banyak ya. Kalau gitu nanti aku akan datang lebih pagi untuk menempati tempat duduk kita. Dibaris ke dua dari depan ya kita duduknya. Oke?”
“oke deh fit. Oh ya aku mau mencari ela dulu ya. Dah fit” Ungkap laila.

Sabtu, 28 Juli 2012

Kejutan Ultah yang ditunggu


Bahagianya ketika kelasku siang itu hiruk pikuk dengan tepuk tangan yang meriah dan uluran tangan yang diberikan dari semua teman kelasku termaksud aku, untuk Tia sekertaris kelasku yang membuat ia menangis tersedu-sedu dengan senyuman kebahagiaan, karena ulang tahunya pada hari ini melibatkan banyak orang yang tak pernah ia bayangkan.  Awalnya kelas aku tak seramai ini, bahkan kelasku sangat tegang dan mendebarkan, ketika beberapa unsur pimpinan yang sangat kami hormati dan disegani oleh seluruh lapisan sekolah datang ke kelas kami. Misalnya saja umi, panggilan sayang kami untuk wakil urusan humas sekaligus guru bahasa inggris yang sangat kami idolakan. Kemudian beberapa tim Penegak Disiplin (PDS) yang sangat kami segani, dan kami selalu berusaha menjaga hubungan baik, dengan cara menjadi siswa yang baik. Aku pun bertanya pada kiky, teman satu meja aku.

  kiky, ada apa ini ya?” Tanya aku heran
“ kamu akan tahu nanti.” Jawabnya dengan senyum.

Aku pun semakin dibuat penasaran, kiky saja tahu ini ada apa. Tapi mengapa aku tidak tahu. Aku mencoba mengingat-ngingat apakah aku tadi terlalu lama meninggalkan kelas saat aku memanggil guru pada pergantian jam pelajaran. Tapi aku fikir tidak. Aku pun hanya bisa menunggu jawaban itu. Umi pun mulai berbicara, dan tim PDS menatap kami dengan tegas. Membuat kami menundukan kepala.

Jatuh bangun, mencari sahabat

 
Saat itu aku bahagia,  sangat bahagia bersekolah di sekolah impian ku. Saat itu aku bahagia membayangkan di sekolah ini aku akan belajar menuju cita-cita ku.  Dan kebahagian ku lengkap ketika aku mulai merasa alloh menjawab doa ku dan memberikan sahabat yang sudah sangat ku rindukan kehadirannya.  Aku duduk bersama kiky dikelas sepuluh ini. Kami mulai berkomunikasi dengan baik dan saling mengerti satu sama lain.

Aku sangat senang dengan sahabat baru ku itu, walaupun aku belum yakin kiky menganggapku juga sahabat dia atau tidak. Kiky teman yang menyenangkan dan ada saja tingkahnya yang lucu. Dia sangat dikenal dengan “Ms. Mirror.” Karena ia selalu membawa cermin dan bercermin dengan gayanya yang lucu. Dan itu membuat aku selalu terhibur olehnya.

Di Sisilain yang aku suka darinya adalah dia lebih memilih ke masjid dengan ku disbanding ke kantin. dan aku selalu pergi ke masjid bersama untuk sholat. Sekalipun waktu ashar sangat sempit dengan waktu istirahat kami. Ataupun saat hujan mengguyur waktu masuk sholat ashar tiba, aku fikir aku akan pergi sendirian ke masjid. Ternyata tidak, kiki pun sama pergi dengan ku. Kiky dan aku selalu membawa mukena setiap hari walaupun seberapa berat dan penuhnya tas kami. Itu yang membuat aku berfikir bahwa kita itu sehati. Walau ada sifat-sifatnya yang sama sekali tidak aku suka dan sering membuat aku sedih.  Tapi itu aku jadikan sebagai bahan belajar untuk saling mengerti. Karena mencari sahabat dalam kesempurnaan bagi ku itu hanya sekedar mencari keuntungan untuk pribadi.

Suatu saat, aku duduk disampingnya dibawah pohon rindang sambil menunggu waktu jum’at an selesai. Aku mulai memberanikan diri menceritakan kepada kiky bahwa aku sangat senang berteman dengannya.
“kiky, makasih ya. Udah mau temenan sama aku. Maafin aku kalau aku suka ngerepotin kamu.” Setidaknya itulah kalimat pembuka yang dapat aku mulai.