kenangan

  • Replace This Text With Your Featured Post 1 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 2 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 3 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 4 Description.
Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2013

Guest Reporter Aneka Yess! SMA Plus PGRI - The Changcuters

Yippii…..! serruuu bangets nih… kita ( icha, fitri, elsa, meisya, alif dan hobir) dari student day Jurnalistik SMA Plus PGRI Cibinong,  dapet kesempatan yang keren abis bisa wawancara personil band the changcuters yang gokil-gokil. Tentunya kita juga bisa memperkenalkan studentday jurnalistik SMA Plus PGRI Cibinong serta karya kami yaitu “Buletin Pesat News” kepada personil The Changcuters.  Siapa sih yang ga kenal band the changcuters? Secara band ini fenomenal banget dengan penampilan dan performanya. Pasti kita tau dong. Ok, kesempatan baik ini nggak baik untuk dilewatin. Simak yuk “Merdeka” (waktu, tenaga, dan pikiran) ala The Changcuters.

Sumber Foto: Pribadi

Selasa, 28 Mei 2013

Makam Para Wali

Budaya bangsa yang menuntun ke surga

Oleh: Fitri Andani

Bergema langkah kaki ringan melangkah
dengan pasti menuju niat suci
zioroh ke makam para wali.
Pakaian putih, harum minyak melati
terlontar kalimat-kalimat suci
mengaggungkan Ilahi itulah mereka
para jemaah yang berziaroh
ke makam para wali.
Sumber Foto: Pribadi
  

Sunyi, adem, tenang hingga merelakan air mata tumpah seketika. Lantunan sholawat dan panjatan doa-doa merupakan kehasan suatu tempat suci yaitu makam para wali. Di tanah air Indonesia ini perkembangan islam sangat lah luas. Dan tak aneh lagi jika makam para wali tersebar di tanah air ini. Di bulan sya’ban ini bulan yang pas bagi saya karena menjelang bulan ramadhan dan bertepatan dengan liburan sekolah. Dengan rasa syukur, makam para wali dapat di kunjungi yaitu di Ciamis dan Tasik Malaya

Minggu, 26 Mei 2013

Bouble Happy, I am So Lucky



Sebelum menikmati hidangan sarapan pagi,  pagi itu (22/04/13) siswa-siswi nampak tersenyum lepas pada genggaman kamera milik mereka, rupanya mereka menikmati hasil dari bidikan-bidikan kemara pada kegiatan kemarin. Selain itu kegiatan yang nampak pagi itu adalah siswa-siswi mulai hilir mudik membawa koper-koper mereka dari kamar menuju bagasi bus. Hari ke empat ini merupakan hari terakhir rombongan tour berada di Yogyakarta.

Meskipun siswa-siswi mengaku sedih karena begitu indahnya perjalan tour ini sehingga kegiatan empat hari sudah terlalu indah untu dihentikan, namun kesediahan itu terbalaskan dengan kenang-kenangan indah yang siap dibawa pulang untuk dibagikan cerita kenangan tersebut kepada orang tersayang yang menanti kedatangan rombongan tour.

Senyum Pepsodent Disetiap Bidikan Kamera



Pagi itu (21/04/13) siswa-siswi mulai memenuhi ruang makan hotel UNY yang sangat memberikan kesan istimewa dengan desain dan penataan ruang hingga penyajian rasa masakan yang sangat menggugah selera. namun kabar lain mulai membanjiri ruangan itu ketika siswa-siswi nampak bergembira bercerita-cerita. 

Siswa-siswi mengatakan bahwa hal tersebut menyangkut universitas impian mereka yang berhasil mereka tengok secara langsung lokasinya, dan membumbukan harapan siswa-siswi dengan bumbu keyakinan akan memasuki kawasan itu dengan menyandang sebagai status mahasiswa. “seneng banget, ternyata hotel ini dekat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sehingga kita bisa melihat kampus impian kita, kemarin juga saat dibandung kita melewari ITB dan UNPAD, Waah seneng banget deh, semakin optimis menyambut kelulusan kami dengan keyakinan lulus 100%.” Ungkap Nadia kelas XII IPS 3.

Tabungan yang Berbuah Kebahagiaan


Hari kedua (20/04/13) perjalanan tour, tepat waktu azhan subuh berkumandang, rombongan SMA Plus PGRI Cibinong singgah di Tasik Malaya untuk menunaikan Sholat Subuh, kemudian disusul dengan sarapan pagi di Rumah Makan SR.

Perjalanan-pun dilanjutkan, 12 armada Big Bird dengan gagah beruntun memanjang mulai bus 1 hingga bus 12 melaju sangat apik. Fasilitasnya yang sangat lengkap dengan dua buah TV LCD dan Pendingin Udara (AC), hingga tersedianya untuk mengecas Handphone dan supir yang melajukan armada dengan nyaman membuat siwa-siswi nampak menikmati perjalanan.
Sumber foto: XII IPS 2

Kebahagian siswa-siswi semakin terasa, saat mengingat bahwa perjalanan tour Yogyakarta tidak merepotkan orang tua dalam urusan biaya. Karena sudah tiga tahun siswa-siswi mengikuti kebijakan sekolah dengan adanya kegiatan menabung yaitu Tabungan Wisata (TATA) sekolah. Sehingga biaya tour merupakan tabungan siswa-siswi yang telah dipersiapkan untuk kegiatan tour sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Hal tersebut selaras diungkapkan oleh orang tua siswa-siswi yang berterimakasih kepada SMA Plus PGRI Cibinong atas kebijakan-kebijakan yang telah dibuat.

Wisata Yogya, Hadiah Ikhtiar kami


Ujian Nasional (UN) yang baru saja dilalui siswa-siswi kelas XII menumpahkan kelegaan yang sangat terasa namun juga menanti  jawaban dengan penuh harapan kesuksesaan akan perjuangan siswa-siswi yang telah dilakukan dengan tak pernah putus asa dalam mempersiapkan diri menempuh hajatan nasional tersebut. 
Sumber foto: bapak Ukemar
Siswa-siswi mengaku sangat bahagia akan kebijakan sekolah yang sangat mengerti akan jerih payah siswa-siswinya yang telah berikhtiar untuk menghadapi UN. Satu hari seusai mengikuti UN, siswa-siswi mendapatkan suatu pencerahan sebagai hadiah akan ikhtiar yang telah dilakukan dengan jerih payah dan dalam waktu yang sangat panjang, yaitu hadiah berupa kegiatan tour Yogyakarta. “rasanya lega, walaupun masi deg-degan menanti hasil UN, tapi dengan adanya kegiatan tour justru memberikan kita pikiran positif yaitu yakin lulus 100%, sehingga kita tidak bermuram durja saja menanti pengumuman UN, tapi dengan adanya kegiatan tour ini menumbuhkan sikap optimis sekaligus rekreasi yang merupakan bentuk apresiasi untuk diri kita yang berhasil berikhtiar dengan baik dan berhasil menempuh UN.” Gita Ayundari dari kelas XII IPS 2.

Senin, 06 Agustus 2012

Liburan yang yuhuuu? yaa nyari buku Di Jakarta Book Fair 2012


Oleh : Fitri Andani.
Semaraknya siaran berita yang membahas
Yuhhuunya acara book fair 2012, membawa mata ini
membisikan hati kecil untuk ambil bagian
menikmati suguhan acara rutin tahunan
yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) tersebut.
Akhirnya, langkah kaki ini menemani saya hingga tiba di
Gedung Istora Senayan Jakarta, tempat berlangsungnya pameran
Jakarta Book fair 2012. Biaya yang ekonomis, hanya menyangkut ongkos.
Karena untuk berkunjung ke acara ini, secara gratis dan umum. Ingat ingat,
Masuknya yang gratis, bukan bukunya yang gratis. hehe

Sumber Foto: Fitri/Rini


Gedung Istora Senayan yang berkapasitas dua lantai tersebut, sejak mulai pukul 08.00 WIB, sudah mulai didatangi para pengunjung, termaksud saya. Namun sayangnya, acara yang dibuka resmi secara langsung oleh Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo atau bang Foke itu, setiap harinya baru akan dibuka pada pukul 10.00 WIB. Hal itu membuat saya melihat para pengunjung berjajar duduk di depan pintu utama masuk yang terdapat tempat duduk panjang. Namun, karena itu pasti membosankan, saya pun memilih berkeliling sekitar senayan. Ya, saya memilih mengunjungi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), walau sekedar foto-foto dan bisa mengintip stadionnya saja dari luar. Itu membuat saya cukup senang.

Sabtu, 28 Juli 2012

Masjid nuansa tiongkok Punya kisah klasik dan unik


Oleh: Fitri Andani

Bulan Ramadhan, pada libur sekolah
Memang selalu menjadi harapan
“ngabuburit” jalan santai sore
Sambil menunggu azhan maghrib
Memang selalu asyik dilakukan
Saya terpikat oleh isu teman, tentang
masjid nuansa tiongkok yang ada di daerah saya sendiri
sayapun meluruskan niat, untuk menapaki kaki ini
di Masjid tiongkok untuk mengisi ngabuburit hari ini.

Sumber Foto: Pribadi


Menurut berbagai sumber menyebutkan bahwa alamat lengkap masjid tersebut yaitu di Jalan Raya Kampung Sawah No. 100 , RT02/RW08, Kampung Bulak Rata, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor tersebut ternyata tidak ada angkutan umum untuk akses kesana. Walaupun ada, itu sangat jarang, sehingga mengharuskan menggunakan kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil. Menurut pengamatan saya selama dalam perjalanan, Hal tersebut bukan karena kondisi jalan yang rusak parah ataupun kondisi jalan yang sangat sempit, melainkan keadaan lingkungan yang masih sepi dari permukiman membuat angkutan umum tidak melewati rute daerah ini.

Jumat, 11 Mei 2012

Jatah tahunan Student Day Jurnalististik


Tam5ya nya Jurnali5
Kunjungan ke tiga jenis Media

Bersorak gembira bersama-sama saat jatah kami sudah di depan mata, bertamasya yang berbobot makanan pokok Student Day Jurnalistik itu akhirnya menyapa juga. setelah satu tahun lamanya menebak-nebak terlaksana tidaknya. Kantor Redaksi Metro TV, Okezone.com dan Jawa Post menjadi rute tama5ya kami. Dengan biaya yang super ekonomis menambah semangat kami, biaya tersebut hanya untuk akomodasi transportasi saja, karena yang menjadi objek ini bukan seperti tempat wisata umumnya. Setiap media dengan lapang dada tak memungut biaya apa-apa jika akan berkunjung kesana.

Sumber Foto: Jurnalistik


Pagi-pagi buta kami disemangati oleh mini bus berwarna pink dengan kombinasi ungu yang berkapasitas sekitar 40 orang dengan panggilan akrabnya, Medal Jaya. Kantor Kelurahan kecamatan Cibinong tetap menjadi pilihan favorit dalam urusan janjian dan jadi patokan. Ya, kami setuju. Dan kami juga pilih tempat tersebut sebagai patokan berkumpul. Beruntung, cuaca pagi hari itu tersenyum kepada kami, dan seuntaian doa muncul terpanjat, berharap kegiatan berjalan lancar dari mulai pemberangkatan hingga bagian senyum pepsoden bersama-sama dilayar kamera. Namun untuk hal “nyasar jalan” kami tak terlalu khawatir, selama itu tak terlalu lama. Karna kapan lagi keliling-keliling Jakarta. hehehe

Selama perjalanan beraneka ragam kegiatan crew Jurnalistik terpantau di bangku bus masing-masing. Dari yang melanjutkan tidur, karena biasa bangun siang, terjadi barteran makanan ataupun sekedar menyumbangkan suara walaupun tak bernada, hingga yang berbinar-binar menata bayangan gedung-gedung Media yang besar. Bus kami melaju dengan kecepatan normal yang di setting oleh pak kamto (47), sopir mini bus Medal jaya. Benar saja, kegiatan tanya menanya dengan penduduk ibu kota itu terjadi, untungnya tak terlalu lama dan kita sampai juga.

Terpampang  petunjuk jalan, jalan kebon Jeruk, Jakarta Barat yang terintip dari kaca mini bus itu menghiruk pikukkan kami bersiap-siap untuk turun. Mulai memasuki kawasan Metro Tv kami disambut dengan ke-khasan Metro TV yaitu sang Garuda. Sebenernya kami ketiban rezeki nomplok juga karena selain ke Metro TV kami juga sempat mengunjungi  Media Indonesia karena kantornya bersebelahan dan masi saudraan dengan Metro Tv.

Rezeki nomplok di Metro TV..
Setelah menempatkan posisi parkir bus, kami menyerupai bebek-bebek yang tertib berbais untuk turun dari bus, ya.. kami belajar berbudaya antri. Kantor Redaksi Metro Tv yang berlokasi di Jl Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya - Kebon Jeruk Jakarta 11520 - Indonesia Telepon : +6221 - 58300077 Fax : +6221 – 58300066. Dengan gedung berlantai dua.
Kami disambut hangat oleh bagian PR Officer Metro Tv mba Dewi Indah Hanggono, yang sangat cantik dengan rambut panjang yang terurai, memakai kacamata dan berbadan langsing, menggunakan seragam Metro Tv dan rok pendek, cerminan para sekertaris.

Senin, 05 Desember 2011

Waw! Asiknya Mengintip Ramadhan di Luar Negeri

Oleh: Fitri, Mutiara, dan M.R izky


Bulan Ramadhan ? Siapa sih yang nggak tahu bulan yang satu ini. Bulan yang datangnya tepat satu tahun sekali ini, kegiatan yang wajib bagi para muslim di dunia saat ramadhan ini yaitu berpuasa. Tapi pernah nggak  kalian  berpikir kegiatan puasa di setiap Negara itu berbeda-beda? Mulai dari menu makanan sampai kegiatan keseharian mereka. Nah, kami crew Student Day Jurnalistik nyempetin nih, mengulik serunya cerita ramadhan di berbagai negeri.
Di Indonesia setiap daerah punya makanan khas tersendiri yang hanya ada saat bulan puasa tiba saja .Salah satunya itu adalah kolak dan ciri khas lainnya adalah pada saat sahur pasti selalu ada orang yang berkeliling untuk membangunkan sahur. Di setiap mesjid-pun menyediakan ta’jil untuk berbuka puasa bagi masyarakat di sekitar masjid ataupun orang yang sedang bersinggah. Pernah kebayang nggak sih kalau warga Indonesia yang sedang menjalankan puasa di luar negeri itu gimana? Ribet kah? Atau malahan lebih mudah dibandingkan di Indonesia?
Nah salah satunya adalah Agung Shafari seorang cowo berusia 17 tahun dari Indonesia yang sudah tinggal di Amerika sejak kurang lebih 4-5 tahun yang lalu, di Amerika Agung ini tinggal di Florida bersama dengan kedua kakanya dan ayahnya. Ibunya sendiri tinggal di Indonesia bersama adiknya.
mm.. Seberapa Unik yaa.. ramadhan di Amerika?
Suasana di Amerika itu katanya banyak godaannya tapi bukan godaan amarah melainkan godaan para wanita, maklum amerika sendiri di sebut-sebut juga Negara bebas jadi jangan heran deh kalo ketemu wanita yang pakaiannya sexy di sana dan satu lagi godaan makanannya juga jangan di anggap remeh soalnnya mayoritas penduduk bukan orang islam sih “suasana ramadan di amrik yah enak-enak aja terkadang suka ada godaan. Nah godaan itu bukan amarah tapi  makanan bahkan cewe-cewe hehehe” kata si Agung.
 Kalo soal masjid di sekitar Florida kira-kira ada dua puluh mesjid yang dibangun (lumayan banyak juga) dan mesjidnya ini gede-gede yang dilindungi dan dilengkapi camera pengintai (kerennya), dan di mesjid ini juga disediakan makanan gratis juga loh “disetiap masjid disini juga disediain makanan saat berbuka puasa for free hehe. kebanyakan makanan nya nasi kebuli” tutur Agung. Kalo soal nasi kebuli sih ia mengaku lebih enak nasi kebuli di sana dari pada di Indonesia soalnya di sana nasi kebulinya langsung di masak sama orang arabnya.
Enaknya lagi kalo di sana itu kalo saur nggak ada yang teriak “SAHUR.. SAHUR..” jadinya enggak berisik kaya di indonesia, jadi ya si Agung ini kalo sahur di bangunin sama jamnya. Hal unik di amerika adalah warganya yang menghormati setiap agama “Ada juga yg unik bro kalau loe lagi puasa di amrik dan bilang loe lagi puasa orang amrik nya pada  ngumpetin makanan nya,  kalo yang namanya agama disini tuh sangat di respect-in apapun agamanya” katanya. Jika di Indonesia harga sembako membeludak, lain halnya dengan di amerika, di amerika harga makanan tidak mengalami penaikan malahan bisa terjadi discount. “kalo harga gak ada kenaikan malah kadang-kadang bisa discount hehe belanja jadi asik hehe.” Ceplos nya dengan ceria.
Saat di Tanya ta’jil ia mengaku tidak tau ta’jil itu apa mungkin karena cukup lama di Amerika “ta`jil apaan tuh hehe” ungkapnya dengan polos. Saat di Tanya ramadhan lebih enak di amrik atau di Indonesia ia menjawab “kalo untuk keamanan saat ramadhan enakan di amrik soalnya disini tuh sangat sangat di proteck banget nggak kaya di indonesia kalo mau deket-deket  lebaran kita harus hati-hati  banyak barang yg hilang (bukan maksud menyinggung hehe) tapi kalo suasana ramadhan enakan di Indonesia, kalau di Indonesia sangat berfariatif dan makanan nya pun banyak yang enak-enak kalau buat gue sih enak kan ramadhan di Indonesia soalnya banyak waktu luang untuk keluarga”. Ungkapnya


Marinem

Setia Profesi
Karena ada Cinta

Oleh: Fitri Andani

Roda berputar, dikayuh dengan pelan. menggenggam kendali arah tujuan. Senyum tak segan dipamerkan dalam keikhlasan.  Menjelajah susunan jalan gang demi gang yang beragam. Memberikan jamuan kesehatan untuk banyak orang.

Kegiatan itulah yang tersusun dilakonkan oleh seorang ibu separuh baya yang sudah mempunyai dua orang cucu. Marinem itulah nama lengkap wanita gigih yang berjualan jamu tersebut. Ketika saya mengukir pembelajaran dan melakukan pendekatan, nenek itu luas terbuka menyambut erat niat baik saya untuk meliput kegiatan nenek itu.
Jam 04.45 WIB, saya telah berada di rumah nenek tersebut. Luar biasa terkejut, saat tiba di rumahnya, arsitektur rumahnya amat bagus dan lengkap dengan prabotan isi rumahnya amat banyak. Membuat kerutan kecil di kening saya, tapi sayapun tersenyum kecil mnenuruti rasa penasaran saya yang semakin dalam mengorek untuk dapat jawaban ini.
Dapur yang nyaman dan indah lengkap dengan peralatan teknologi modern masa ini, disitulah proses pembuatan jamu tradisional masi dilakukan. dengan kelihaian nenek itu, jamu yang kami buat setengah jam kemudian, dapat terselesaikan.
Walau prabotan modern memenuhi dapur, dalam proses pembuatan jamu dilakukan nenek itu dengan alat-alat sederhana. Karena menyangkut rasa. “selain itu, ibu juga buat jamu ini engga pake pemanis buatan atau bahan yang bikin bahya. Semuanya murni alami.” Ungkap nenek yang asli orang jawa ini. Jauh dengan yang dibayangkan, seketika itu saya memutar-mutar konsep liputan. Karena sebelumnya ingin mengangkat kesederhanaan hidup, tapi  menjadi tekun yang tertuntun membawa kemakmuran.

Setia, Karena Cinta.

Marinem, belum juga bosan, sudah 35 tahun berjualan jamu, walau kehidupanya saat ini sangat baik, tapi ia tetap setia berjualan jamu. “Saya sangat belum bisa kalau harus meninggalkan pekerjaan ini, padahal anak-anak saya, sudah sangat meminta saya untuk tidak berjualan lagi karena usia saya yang udah tua ini. Saya udah lama jualan jamu, saya cinta dengan kegiatan ini.” Ungkap nenek dari dua anak ini.
          Marsiem berguru dengan bibi-nya untuk awal berjualan jamu. Latar belakang ia berjualan jamu karena ia putus sekolah saat SMP dan sejak saat itu, ia merantau ke Bogor untuk berjualan jamu. Di usia nya yang masi belia ia harus memanggul wadah jamu dengan muatan isi yang sangat berat tapi tak menjadi beban, ia tetap tegak berjalan menyelusuri jalanan.
        Awalnya selama dua puluh delapan tahun, ia berjualan jamu gendong, tapi tujuh tahun terakhir ini, ia berjualan jamu menggunakan sepeda. Dan sepeda tersebut hasil dari keringatnya. “saya pake sepeda soalnya itu lebih enak keliling jualanya, tidak terlalu cape. Saya juga berharap penjual jamu yang lain bahkan semuanya bias berjualan jamu dengan pake sepeda aja.” Ungkapnya
     Nama : Marinem
     Usia : 52 Tahun
     Anak : Dua orang
    Alamat : Jl. Golf, 
                 Ciriung-Bogor
 
 


awal ia berjualan, ia bener merasakan sulitnya mencari uang, untuk mencari pelanggan ia sangat sulit, setiap ia teriakan dengan lembut kata “jamu”, “jamu”, dan jamu orang-orang sulit untuk membeli jamunya. “dulu itu, beneran sedih banget, waktu belum punya pelanggan. Kesini engga, kesana engga. Baru sekitar tiga bulan sedikit demi sedikit ada pelanggan.” Tutur nenek ini dengan lemas.

Memetik,Hasil Kebahagian.

Walau Ia putus sekolah tapi haram bagi ia untuk putus asa. Sejak dahulu ia bertekad bahwa segudang mimpinya bisa terwujud. “saya dului itu banyak kepengenan. Saya inget banget dulu saya yakin punya rumah sendiri, dan punya anak-anak yang berprestasi. Dan alhamdulillah bangetnya itu semua terjadi.” Ungkap Ungkap nenek yang sudah berkepala lima ini.
          Ketekunanya berjualan jamu, menuntun ia mendapatkan kebahagiaan. Ia dipasangkan dengan suami yang mapan dan setia serta sholeh. lalu mempunyai dua orang anak yang sholeh-sholehah serta berprestasi luar biasa. Yaitu Arip dan Ririn. Setelah Ia punya suami, ia tetap tekun jualan jamu dan bersama suaminya, ia menabung untuk membeli rumah. Akhirnya ketekunan ia, terjawab sudah.
Arip anak pertamanya membuat ia selalu bersyukur akan anugerah Alloh Swt padanya. Sejak di Sekolah Dasar (SD), Ia berprestasi di kelas, sampai saat SMK belum usai ia sudah di rekrut dan di ikat kontrak kerjasama oleh perusahan jepang, yang membawa ia belajar dan bekerja di Negara matahari terbit tersebut. “saya sangat bersyukur, Arip diberikan kenikmatan itu oleh Alloh Swt. Waktu tiga bulan pertama,  Arip kerja disana, ia mengirimkan uang pada saya. Tapi ia tidak bilang berapa jumlah uangnya, saya pikir baru sekedar honor. Tapi pas saya udah pegang uang itu, ternyata jumlahnya Rp 9.000.000, dan waktu dulu itu jumlah uang itu sangtalah besar nilainya. Saya sampe nangis waktu itu.” Ungkap ia sambil berlinang air mata.

Ririn adalah anak bungsu ia, saat ini ia sukses menggapai cita-citanya menjadi seorang perawat dan kini telah berumah tangga.
 “saya masi inget gimana nyekolahin dua orang anak sekaligus, terutama ririn yang sekolah keperawatan dengan biaya yang besar.     Tapi saya selalu berusaha membiayai diam karena saya mau dia dapat menggapai cita-citanya dan saya engga mau dia seperti saya. Bagi saya, cukup sudah biarkan aja saya yang ngerasaain putus sekolah dan banting tulang di usia muda. Tapi tidak untuk anak-anak saya.” Ungkapnya.



Kamis, 01 Desember 2011

Ismy Fazriah

Ketua di berbagai Organisasi? Siaapaa takuut..!

Oleh: Fitri Andani

Emm.. biasanya kegiatan apa sih yang paling didemenin saat usia remaja? Yang dimana usia remaja itu merupakan masa labilnya emosi para remaja. Lalu ngapain aja si yang dilakukan para remaja dimasanya itu? Bermain?, bergaul?, ataukah malah pacaran? Ayooo… siapakah itu? Hihi.. eits kawan para remajanya itu yang seperti apa dulu dong.! Betul nggak?.

Buat kalian, para remaja! Apakah kalian remaja yang energik?, aktif penuh aksi?, berprestasi?, dan tentunya berbudi pekerti?. Waah itu sih kepengenya kita jadi remaja yang The Best.hehe.
Nah.. buat para remaja, gimana tu ceritanya pada masa-masa sekolah, pasti indah banget kan? Lagunya aja ampe ada tu.. “tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah.” Hihihi. Kawan, saya punya salah satu kakak senior yang doyan banget jadi ketua lho. Bahkan dia jadi ketua di berbagai organisasi pada masa jabatan yang sama lho? Eitss..kawan  itu bukan rakus namaya lho..! caper? So axis?  Owalah itu semua nggak betul. Kalaupun betul anggaplah sebagai bonus. Hehe. simak yuk kawan cerita dan testimonial dia.

“I” itulah panggilan akrab teman-teman dekatnya. Nama aslinya itu Ismy Fazriah, nah dia ituhlah  yang doyan banget berorganisasi sampe-sampe betah jadi ketua dimana-mana. Hihi. Cewe yang lahir di Bogor tanggal 22 Mei 1993 ini sudah kecanduan organisasi sejak Ia TK kawan.. wah..wah..! nah tahun 2011 ini dia baru saja tamat Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Cibinong.

Pas saya gerebek rumahnya dengan ucapan salam yang lembut, eh dia nya lagi nemplok dikasur. Ternyata dia itu baru saja pulang dari Markas PMI Kabupaten Bogor yang berlokasi di Jl. KSR Dadi Kusmayadi. Wah..wahh!  dengan mata sayup-sayup tapi ekspresi terkejut dia mulai merebahkan badanya bersandaran pada tembok. Suaranya yang disembunyikan nada lelahnya, posisi tubuh yang lesu disembunyikanya. Waahh.. kereenn! Hihi

Oganisasi yang menyelimutinya

Saat SD dia aktif di Organisasi PRAMUKA. Kawan.. pramuka itu apa.. udah tau dong?! Karena aktif nya dia yang penuh aksi. Dia menjadi peserta kepemimpinan pramuka sekecamatan Citeureup.. awal yang bagus bukan kawan?hihi
Selain itu dia juga pernah menjadi ketua pramuka putri tingkat sekolah dasar. Nah basic nya menjadi ketua udah mulai pada dirinya. Selain di Pramuka, dia juga aktif di Pencak Silat sampe-sampe dia menjadi ketua pencak silat sekolah dasar lho! Ada lagi kawan, karena kesungguhanya dia pernah berhasil menjadi juara tiga pertandingan pencak silat tingkat kabupaten Bogor. “sejak kecil awalnya aku jadi ketua itu karena dukungan dari temen-temen, bahkan aku awalnya engga mencalonkan tapi selalu di calonkan. Itu karena dulu belum ada minat untuk menjadi ketua. Tapi dengan kepercayaan itu aku sadar  untuk menjalaninya dan berusaha belajar tanggung jawab.” ungkapnya

Perjalanan usia pendidikanya sangat dinikmati sekali lho oleh nya. apalagi saat dia mulai remaja.  Di SMPN 1 Citeureup dia mulai berkecimpungan dengan dunia Palang Merah. Dia ikut Organisasi Palang Merah Remaja  (PMR) dan menjadi ketua PMR nya. ketertarikanya di dunia kepalang merahan menjadi episode panjang dalam cerita pengalamnya. Bagi dia dunia kepalang merahan juga bagian dari jiwanya karena kegiatanya pada kegiatan sosial. “ bisa menguji jiwa sosial kita itu sejauh mana untuk peduli dan berbagi.” ungkapnya


Nah hal itu yang menghantarkan kelanjutanya pada masa-masa SMA di SMAN 1 Cibinong. Disinilah dia banyak mengikuti organisasi diluar sekolah dan menjabat sebagai ketua. Sedikitnya saja, Organisasi Forum Anak Kabupaten Bogor (FAKBO), Forum Lingkungan (FORLING). Organisasi Forum Remaja Palang Merah (FORPIS) kab. Bogor, dan dia juga menjadi wakil FORPIS se-Jawa Barat. Kesuksesanya di dunia kepalang merahan tidak berhenti disitu saja lho. Tahun lalu dia mencalonkan diri sebagai anggota KSR (Korp Sukarela) kabupaten Bogor. Selama satu tahun dia mengikuti pelatihan yang penuh dengan kesan-kesan. Dan tahun ini dia akan di diklat. Wah..wah!
“ sebenernya aku itu orangnya dulu takut ama anak –anak.hehe. tapi untuk saat ini kalau fakbo itu aku ikut atas niat dan rasa peduli aku, aku fikir jika aku mampu kenapa engga, aku mencoba membantu dengan bergabung di fakbo?!. Lalu untuk forpis itu kan kumpulan dari ketua-ketua PMR, nah karena aku ketua PMR disekolah aku, jadi ikut Forpis, tapi yang engga disangka aku jadi ketua juga. Iyah, lagi-lagi itu memang dukungan temen-temen. tapi aku juga udah mau mencalonkan. Karena niat aku untuk belajar banyak lagi kepemimpinan. Nah untuk yang aku ikut Diklat KSR itu aku pengen tahu dan nguji diri aku sudah sampai mana kemampuan jiwa sosial aku yang selama ini aku tumbuhkan. Kesan-kesanya selama satu tahun itu seru banget terus kebersamaanya kuat banget. Dan yang pasti bener-bener menguras tenaga banget. Karena kerjanya lebih ekstra keras.” Ungkap cewe yang punya cita-cita jadi menteri kesehatan ini.


Organisasi dan Jabatan Ketua

Organisai merupakan kumpulan dari berbagai tujuan dalam inti tujuaan sama yang ingin dicapai. “ organisasi itu sama aja forum. nah organisasi itu terarah, punya dasar, punya tujuaan, di organisasi juga kita bebas berpendapat dan berpartisipasi yang tujuanya mensejahterakan merata seluruhnya. Nah setiap organisasi juga punya karakter sendiri-sendiri. Organisasi itu menyenangkan banget pokonya.” ungkapnya

Berorganisasi bukan hanya mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran saja yang dapat dirasakan oleh kita lho. Tapi berorganisasi juga banyak banget manfaatnya. Nah mau tau, dari beroganisasi manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan?!. “ pertama nih, yang paling asyik banget itu kita Banyak banget temen lho, kalau udah gitu kan, misalnya saat kita lagi butuh pertolongan banyak yang bantuin kita deh ,terus  jiwa kepemipinan kita diuji dan cara berfikir individual kita tidak ada lagi tapi kita berfikir global. Menampung  aspirasi dan terlibat musyawarah dan berdiskusi yang  itu tuh merupakan sumber wawasan banget.” ungkapnya



Manfaat Berorganisasi:                                            Biodata Ismy Fazriah 
v      Banyak banggettt temen                                          Jabatan: ketua kelas, PMR, Fakbo, Forpis, Forling
v      Kegiatan remaja kita positif                                     Hobby: Berorganisasi
v     Tertanamnya jiwa kepemimpinan                             Cita-Cita: Menteri kesehatan
v      Bersosialisasi dan punya jati diri                              Umur: 18 tahun
v      Pengalaman luar biasa. dll



Jabatan Ketua merupakan kepala pertanggung jawaban posisi atas. Yang mengasah karakter ataupun jiwa kepemimpinan. “sebenernya jadi ketua itu enak engga enak. Hehe. Emm, awalnya sedih terus pusing, ya itukan karena belum banyak pengalamanya. Tapi untuk perkembanganya itu seru banget menjadi ketua, kalau masalah bt atau pusing nya pada rekan-rekan organisasi yah kita harus bisa enjoy dan saling memahami ajah. Terus menurut aku jabatan ketua itu awalnya biasa ajah tapi sekaligus mengerikan hehe. Habis tanggung jawabnya gede, aku menjadi ketua untuk organisasi engga bisa sendiri butuh rekan-rekan, maka dari itu aku berusaha bijak dan tetap enjoy ke mereka. nah untuk kesuksesan aku punya satu kunci semangat yaitu “ikhlas”. Kalau kita ngerjain tugas ikhlas, hadepin masalah dengan ikhlas, pasti enak kerjanya dan ada pula hasilnya. “ tutur penjelasan cewe yang aktif penuh aksi ini.

Rabu, 30 November 2011

Tenaga Muda? Yaa.. kita kita ini!

Anak-anak petualang
di pembibitan ikan lele

Oleh: Fitri Andani & Rony setiawan

Tergambar lebar tersebar
kebesaran tuhan.
Indonesia indah penuh kenikmatan
yang telah diberikan tuhan.
Dusun permai menawan pandangan
Kokoh nyaman Disudut kota besar.
Diluar dugaan namun kenyataan.
Bibit-bibit bangsa, benar berjuang nyata
Memanfaatkan tenaga muda pemberian karunia tuhan
Begerak penuh ke-ikhlasan, demi senyum orang tua
yang penuh makna ketenangan.

Tak diragukan sentuhan
penuh kelembutan,
karya tangan-tangan ketulusan.
Sebuah kampung dengan keindahan
 yang disyukuri dengan kelembutan
dan ketulusan memelihara, menjaga
dan berkarya untuk kampungnya.

Sebuah kampung yang berlokasi
dibawah naungan kabupaten Bogor,
Kecamatan Citeureup dan
desa citeureup, Kampung itu
dikenal masyarakat dengan sebutan
kampung Lio Baru.

Kampung dengan penduduk yang berjumlah 1200 jiwa tersebut, memililki soledaritas yang tinggi dan semangat juang yang besar. Hal ini terbukti dengan beberapa anak-anak yang membantu orang tuanya untuk mengais rezeki sebagai perternak cilik.

 
Mereka adalah M. Bukhori siswa kelas 5 SD, Rivaldi siswa kelas 1 SMP, dan Nazrul siswa kelas 1 SMA dan Riyan yang baru memasuki  Taman Kanak-kanak . Mereka dibesarkan dengan penuh kasih sayang dalam lingkup keluarga sederhana yang kaya akan cinta.

Mereka mempunyai semangat akan mimpi-mimpi yang yakin akan mereka dapatkan. Kesedrhanan merupakan pembelajaran berhaga bagi mereka. dalam bersikap, bertindak dan bersosialisaii.

Pendidikan Bagi mereka.

Sampai saat ini meraka besyukur dan bahagia. Diberikan nikmat dari tuhan untuk tetap melakukan perjalanan indahnya pendidikan. Mereka yang masi anak-anak menyadari bahwa tenaga muda mereka merupakan bibit- bibit unggul memajukan bangsa ini. Karenanya mereka tidak hanya duduk-duduk manis dan tetap bersandaran pada orang tuanya. tapi mereka bangkit bergerak dari sandaran ibunya demi pelukan hangat kebanggaan dan seulas senyum ketulusan orang tuanya. selain kegiatan pendidikan yaitu sekolah dan belajar yang mereka tekuni penuh kesyukuran dan semangat juang. keseharian mereka juga penuh dengan petualangan. Seusai sekolah, setelah rehat sebentar dan membantu orang tuanya. mereka bergegas ceria menuju perikanan tempat mereka membantu-bantu jalanya usaha pembibitan ikan lele diperikanan tersebut.

Kegiatan di penbibitan ikan lele.

Apa saja sih kegiatan mereka yang membantu-bantu di pembibibtan ikan lele tersebut.? Mereka suduh cukup lama di pembibitan ikan lele tersebut, jadi sudah tidak aneh lagi jika mereka dengan gerak super lincah dan ketepatan tugasnya dapat meajukan usaha pembibitan ikan lele tersebut.

Misalnya saja Menguras kolam, memberi makan ikan, beberapa kegiatan mereka di pembibitan ikan tersebut. Tapi ternyata mereka bukan hanya aktif di kegiatan sekolah dan di pembibitan ikan itu saja, mereka juga sangat aktif menjaga tempat yang menjadi saksi tumbuh besarnya mereka. mereka aktif bekerja bakti membersihkandan merawat lingkungan.
Itu semua memang menjadi semangat mereka memanfaatkan tenaga mudanya demi rasa syukur mereka akan karunia Tuhan.
“saya nanti besar pingin nerusin usaha pembibita ikan ini lele ini.” Ungkap Bukhori saat ditanya cita-citanya. Walau bagaimanapun mereka tetaplah anak-anak yang memiliki kodratnya sebagai anak-anak. Seperti bermain dan belaiian kasih sayang kelurga mereka. tak jarang mereka juga menghabiskan waktu bersama dengan bermain gembira selayaknya anak-anak pada umumnya. 

 Memancing, bermain bola bahkan bermain air di sungai. Bagi mereka itu sudah cukup memberikan kelegaan kodratnya sebagai anak-anak. Mereka juga sosok anak yang relgius sebagaimana yang telah ditanamkan hal tersebut oleh orang tua mereka. kami juga sempat menyipi lele dipembibitan tersebut dengan olahan masakan “ pecel lele”.  Kami pun masak bersama dengan mereka, yang menarik lagi, mereka itu sangat mahir memasak loh.

Izin Orang Tua
Orang tua mereka mengungkapkan bahwa anak-anak itu memang diizinkan untuk membantu-bantu diperikanan lele tersebut. Dengan arti dari pada mereka hanya bermain-main saja lebih baik tenaganya tersebut digunakan yang bermanfaat untuk mereka. dengan hal itu mereka dapat banyak pengalaman dan ilmu juga. Mereka menjadi terlatih dan sangat terampil serta berwawasan mengenai dunia perternakan. “saya berharap, apa yang menjadi cita-cita mereka dapat terwujud. Dan pendidikan mereka lancar. Untuk itu saya berharap pemerintah sangat bijaksanan dalam mengelola pendidikan.” Ungkap ibu M. Bukhori



hehhe… terakhir, ini dia.. aku berfose dengan ibu Bukhori.. hehehe
ibu nya baaikkk baangggettt siii.. jadi ngefans kan aku.. hehhe
seneng bangeett liputan mengenai inii.. aku banyak bangeett belajar dari hal-hal ini.. oh ya sebenernya ini dalam bentuk film juga lho.. emmm… asiikk bangeet tauu belajar buat film.. hehe
Alhamdulillahh.. makasi Ya Alloh.. makasi untuk dukungan orang tua aku dan keluargaku.. terutama untuk bapak ku yang selalu berkorban untuku. Makasi banyak buat bapak Ukem dukungan dan doanya.
Thanks bangeet buat kakak alumni angkatan 2010-2011.. ka Yogi, Ka Adit, ka Asih, ka Dodi, Ka ardi udah ngasi pelajaran pembuatan film untuk aku dan Rony..  dan juga sobat aku yang super semangat dan mau tau hal-hal baru yaitu evi.. hehehe

         

ini dia... para crew pembuatan film nya.. hehhe makasih banyak yaa...