kenangan

  • Replace This Text With Your Featured Post 1 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 2 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 3 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 4 Description.

Sabtu, 30 Juli 2011

Cerita Indah Senyum Semangat


Dalam khayalan ku, Aku akan kembali terdiam bercucuran keringat memejamkan mata dan berkomat-kamit lantunan harapan. Terbayang penuh Tanya hasil apa yang akan aku dapatkan. Setelah aku menempuh pembelajaran di SMP dan mengikuti Ujian Nasional dengan baik, kini aku mulai berencana untuk melanjutkan kesekolah yang  aku impikan, dan tentu aku sangat berharap bisa belajar di SMA yang akan menjadi jembatan cita-cita ku. Tiba-tiba Ratna membuyarkan lamunan ku dengan lembut
 “fitri, fit maaf ini aku punya brosur pesat nih.” Tungkas ratna sambil mentodorkan brosur.
“ eh rat,wah mana rat? Aku liat dong.” Ungkap aku
“hehe, ini fit, aku dapet dari putri lestari, dia juga mau sekolah disitu.” Ujar ratna
“wah tu kan, ada jurnalistik nya. Ya allah aku mau sekolah disana.”pungkas aku
Tiba-tiba Putri dan siti menghampiri.
“ fit, kamu mau sekolah di situ juga? Wah semoga sekelas lagi ya nanti.?”
“heheh. Iya put, pengen nya si aku di situ, tapi cobaminta izin dulu dengan orang tua aku.” Tutur aku
“tapi kan fit, kamu udah tau belum? Pasti udah taukan?  Apa lagi kan kamu itu berdua dengan adik kembar kamu, Kalau di pesat itu biaya nya besar, aku aja engga berani masuk situ, aku engga mau nambahin beban orang tua aku.” Ungkap siti
Mendengar pernyataan itu aku benar-benar tergoyang niat aku, ketika wajah lembut kedua orang tua ku Nampak nyata dalam mata ku. Sejenak aku berusaha menata hati aku.
“ iya siti aku tau, aku udah liat dibrosur nya, sama sekali aku juga engga ma membebanan orang tua ku, tapi tekad aku dan suara hati aku tetap berusaha ingi

Aku bersemangat  pulang sekolah untuk member kabar kepada ibu dan keluarga dirumah. Dan tentu aku berharap kabar ini akan diterima dengan baik.
“Assalammualaikum, ibu eneng pulang.” Ucap aku
“Waalaikumsalam, ayo ganti baju makan dulu, lalu sholat ya.” Tutur ibu
“ibu, eneng mau kasi tau sesuatu ke ibu, eneng udah dapet brosur nya pesat.”
Aku pun mengulurkan tangan ku dengan sedikit gemetar  memberikan brosur kepada ibu. Aku mulai teliti membaca respon apa dari raut wajah ibu setelah mengamati brosur pesat. aku pun mulai membuka mulut menjelaskan pelan dann hati-hati kepada ibu.
“ibu, di brosur itu lengkap tentang sekolah pesat, dan di pesat walaupun SMA tapi lebih dari SMK, di pesat ada elektro, otomotif, tatabusana, tataboga, dan banyak lagi, bahkan di pesat ada jurnalistik. Semua itu ada di student day.  Nah di pesat juga ada Kopasus IT nya ibu.” Tutur aku
“ iya nak, begitu juga dengan perinciaan biaya nya, sangat lengkap.” Ungkap ibu
Mendengar ucapan ibu, aku mulai menebak-nebak keputusan dari ibu. Aku terdiam nyaris meluncurkan bah air mata. Sekuat-kuat mungkin aku jadikan bongkahan air mata untuk tidak membanjiri wajah ku. Putri yang baru selesai dari kamar mandi langsung duduk ikut berkumpul dan tidak lama dari itu, bapak bangun dari tidur siang nya, dan turut berkumpul juga. Ibu kembali menuturkan kata-kata. Dan aku mulai menarik nafas entah akan aku hembuskan dengan cara seperti apa. Apakah dengan cara perlahan tapi lancar dan penuh celah terang, ataukah dengan cara perlahan tapi tertahan keluar.
“ nak, apa kamu sudah benar-benar ingin di pesat?. ibu sangat setuju dan pasti ibu dan bapak mendukung. Tapi nak keadaan juga perlu diperhatikan. Eneng dan dede kan sama, dua-dua nya anak ibu. Pesat kan swasta mungkin sedikit wajar jika biaya nya mahal. Kamu kan SD Negri, SMP Negri, nah SMA juga Usahain dinegri aja, Katanya kalau kuliah itu persaratan masuk nya juga mudah.” Tutur ibu
“iya teteh, sebener nya dede juga pengen di pesat, tap dede mah pengen coba ikut tes di negeri dulu baru ke pesat. teteh atuh engga apa-apa napa ke negeri dulu, kalau untuk jurnalistik kan bisa juga ngambil jurusan saat kuliah. Ya semoga ada rezeki nya untuk kuliah nanti.” Pungkas putri
Aku hanya terdiam dan menahan beribu kalbu yang menerpa hatiku mengguyur dengan air beku perasaanku. Penjelasan ibu dan tutur kata putri mengenai itu tidak berhenti sampai situ, bapak ku pun turut memberi komentar dan mencoba meluncurkan ide-ide gemilang.
“ dede, teteh,  orang tua mana yang tidak mendukung dan menyayangi anak-anak nya?!. Bapak tau niat dan tekad teteh sekolah di pesat luar biasa. Tapi  betul kata ibu, kita harus peka terhadap kedaan juga. Tapi bapak beri izin kalian bisa di negeri kalian juga bisa di swasta. Teteh dan dede akan ikut tes di pesat dan juga di SMKN 2 Bogor. Kita bisa liat dari situ apa sesungguh nya ridho dari rencana yang allah berikan. Kalau teteh dan dede lulus tes  masuk negeri, berarti kalian harus yakin di negeri yang terbaik, tapi kalau tidak lulus tes di negeri berarti memang di pesat yang terbaik dan itu akan bapak sangat usahakan mengenai biaya nya. tapi jika di negeri masuk dan di swasta masuk. Bapak harap kalian terima untuk memilih negri.” Penjelasan bapak

Aku pun langsung bertatapan mata dengan putri memberi isyarat dan kompak memeluk ibu dan bapak, dengan bisikan ucapan terimakasih. Air mata pun tak terbendung lagi.
“tapi, bapak harap kalian mau mengerti bapak juga. Tolong usahakan sebaik-baik nya di negeri unuk mendapat nilai baik. Di negeri dan swasta kalian harus berusaha dapet nilai baik. Untuk hasil nya kita serahkan kepada Allah SWT.” Ungkap bapak

Hari cerah, secerah hati yang menerpa hari ini. Waktu tiba untuk aku dan putri interview di SMA Plus PGRI Cibinong. Mental dan semangat aku tata baik-baik. Langkah niat ucap basmallah, menunduk mencium telapak tangan ibu dengan penuh harap keridhoaan nya dan ucap salam mengawali perjalanan ke SMA Plus PGRI Cibinong. Aku dan putri serta bapak pergi bersama.

Setelah selesai pikiran ku Penuh keyakinan dan juga tebak-tebakan dalam pikiran aku. Akankah mimpi-mimpi ku akan kutemui dan dapat aku kunjungi ataukah akan hanya menjadi penyemangat untuk yakin itu kesempatan dalam keberhasilan yang hanya tertunda. Aku dan putri akan kembali untuk mengambil hasil interview. Dan akhir nya waktu singkat itu tiba juga.

“subhannallah, allahuakbar. Dede.. Alhamdulillah ya allah. Teteh diberi kesempatan.” Tutur ku dengan penuh keharuaan
“heheh iya teteh, Alhamdulillah dede juga. Yyeeeyyyeee.” Sorak sorak bahagia

Sorak-sorak bahagia itu walau sangat bermakna tapi tak berlangsung lama. Allah memang maha adil dan maha pengasih lagi maha penyayang. Disisi lain pun aku dan putri bersyukur tersadarkan dari kegembiraan yang dikhawatirkan tidak terkendalikan. Tapi disisi lain hati kembali terguncang mengetahui bahwa memang benar informasi mengenai biaya yang diterima di pesat untuk segera memasukan biaya bangunan nya seminggu yang akan datang dan kalu tidak di anggap gugur. Sedangkan jika sudah memasukan itu tidak bisa ditarik sepenuhnya, hanya ¼ nya saja.

“ya allah, dede gimana ini. Paling lambat satu minggu lagi harus udah masuk uang bangunan, sedangkan kata bapak kan harus liat hasil dari negeri nya dulu masuk apa engga baru ke swasta. Tes di negeri nya masi 1 bulan lagi.” Ungkap aku dengan lirih
“iya teteh. Nanti kalau dalam waktu seminggu kita engga masukin biaya bangunan berarti kita udah gugur.” Tambah putri

Akhirnya kami kembali kerumah untuk menghadap kedua orang tua kami. Dalam hati aku berusaha bersahabat dengan keadaan yang mengabarkan hal itu. Aku merenung tanpa membiarkan tak sadarkan diri untuk melamun. Aku mencoba mencari suara hati aku. Akankah ini sudah tepat dan waktu nya hasil jawabaan itu mengenai aku akan hembusan nafas yang akan terkeluarkan dengan cara apa. Raut wajah penuh kasih sayang dan cahaya pintu surga itu sudah ditatapan kedua mata aku dan putri. Aku mulai menceritakan nya, dan sampai mendapat keputusan dari ke dua orang tua yang aku sangat berharap bukan yang akan mengakhiri mimpi-mimpi aku dan putri.

“ini mungkin sudah mulai satu per satu petunjuk dari Allah SWT untuk kalian nak, sesuai dengan kesepakatan kalian harus belajar menerima nya ya. Mungkin ini baru awal dari rencana Allah SWT. Anak-anak kalian harus selalu ingat. Nikamat dari Allah itu dalam bentuk senang atau pun sulit. Dan Renacana Allah itu indah pada waktu nya. Jadi kalian sekarang harus berusaha banget bisa di negeri dan kalian akan bersekolah di negeri.” Ungkap bapak
“iya pak.” Ungkap serempak aku dan putri

Sungguh aku tak mau mengucap salam berpisah dengan mimpi-mimpiku ke pesat. tpi aku pun terima untuk berusaha masuk negeri dan mempersiapkan diri mengikuti tes nya. Tapi bukan berarti aku behenti bermimpi-mimpi dan berusaha terus meyakinkan hati bahwa rencana allah itu indah pada waktu nya, bagaimanapun cerita jalan menempuh nya.
Seiring waktu berjalan, kami pun sibuk Tanya jawab kepada teman-teman seperjuangan, generasi-generasi mendatang, orang tua di sekolah, sanak saudara dan para tetangga juga. Di mulai di kelas, antar kelas, ruang guru, lingkungan sekolah dan menyentuh lingkungan keluarga serta masyarakat. Di UKS Evi menghampiri aku.
“ ka fitri, ini novel nya evi udah selesai baca nya. Hehe makasi ya ka.” Ungkap evi ketua PMR tahun itu seklaigus sahabat aku
“ siip, sama-sama. Gimana seru kan?.”
“seru banget ka. Oh ya ka fitri mau ngelanjutin kemana ni.?”
“wah seru kan. hehe.. insya Allah ke SMKN 2 Bogor.” Jawab aku
“siip deh. Good luck ya ka. Evi mau manggil eka dulu ni ya ka.” Pamit evi
“ok deh.” Respon aku

Dialog semacam-macam itu telah menjadi kegiatan kesibukan menjelang hasil pembagian nilai Ujian Nasional. pagi-pagi menuju TU untuk meminta isi tinta spidol, tiba-tiba brepapasan denga ibu emi guru ekonomi.
“assalamuaalaikum, ibu memeng rajin ya. Udah dateng pagi-pagi seperti ini.” Gurau aku
“waalaikumsalam, fitri bisa aja. Mau isi tinta ya?! Oh yam au lanjutin kemana fit.?” Tanya ibu emi
“iya biasa spidol nya persedian tintanya abis. Hehe. Insya Allah ke SMKN 2 Bogor.” Jawab aku
“oh negeri, iya bagus itu fit. Ya udah ibu ke ruang guru dulu ya.” pamit ibu emi
“hehe iya ibu.” Jawab aku

Lebih heboh dan bling-bling-bling menjadi tajuk pembahasan dalam bincang kaba-kabari suasana sekolah bersama teman-teman seperjuangan. Di lapangan basket pagi ini beda seperti biasanya. hari ini lapangan basket di kujungi 3 kelas dari kelas Sembilan. Kesempatan ini bagus buat aku untuk bercanda-canda dengan teman sekelas saat kelas tujuh, Resti yang aku anggap sangat humoris itu. Akupun menghampiri nya.
“hai Resti. Nah ketemu deh ama kamu lagi ni.” Sapa aku dengan riang
“eh fit. Kemana aja. Eh ngobrol dulu aja sini. Engga lagi sibuk kan?” Tanya Resti
“ah engga. Oh ya mau ngelnjutin kemana ni.”giliran aku yang bertanya
“mau nyoba ke kampak. Itu ke SMKN 1 Cibinong kalau kamu, fit.” Jawab Resti
“wah hebat ni. Good luck ya. aku Insya Allah ke SMKN 2 Bogor.” Jawab aku
“hah?, bener tu fit,? Itu kan STM?.”
“iya itu memang STM. Oh ya aku ke sana lagi ya. daah”. Pamit aku

Aku duduk di halaman depan kelas aku, sambil berkipas-kipas mempersilahkan keringat untuk keluar dari peranan nya selesai olaraga. Dengan di bantu semilir angin yang mondar-mandir, kembali terbayang mimpi-mimpiku. Secara nyata  Di mana-mana dengan sipa saja jawaban yang aku berrrikan tetap sama. “SMKN 2 Bogor”
“mm.. ya allah andaikan aku bisa menyebut nama SMA Plus PGRI Cibinong ketika aku di Tanya akan melanjutkan kemana.” Desah aku

Satu bulan bukan waktu yang lama. Akhir nya aku dan putri melaksanakan tes di Negeri tetapi pada waktu yang berbeda. Malam hari sebelum tidur di ruang keluarga.
“teteh, dari sekolah teteh kan duluan ya tes nya. kalau dari sekolah dede kan besok nya  Nah nanti udah tes nya tolong kasi tau ya tes nya itu seperti apa cerita nya. Hehhe dan minta kisi-kisi nya dung.” Gurau putri
“heheh iya iya lah. Maka nya doa in ya.” ucap aku

Aku dan putri setelah menikuti bergabagai tes yang ada di waktu yang berbeda. Kini kembali menunggu hasil usaha perjuangan dengan penuh pasrah akan keputusan dari Allah SWT. Aku menunggu di sekolah aku kedatangan ibu ika yang membawa hasil tes nya dari negeri sedangkan putrid dari sekolah nya pergi mengambil tes itu di negeri. Setelah detik,menit, dan jam yang berlau dengan penuh persiapan hati untuk mengetahui hasil nya. Tiba-tiba putri menelepon.
“teteh, teteh Alhamdulillah. Alhamdulillah teteh. Dede keterima. Teteh gimna.?” Kabar dari putrid
“ya allah Alhamdulillah atuh dede sekarang udah bisa lega. Selamat ya. teteh mah belum. Ibu guru nya masi perjalanan ke sekolah.” Jawab ku

Mendengar kabar itu aku sangat bahagia dan terharu akan suara bahagia putri. Yang tidak lama kemudian kebahagiaan itu di pause karena ibu ika sudah datang dan amplop cokelat pun telah aku terima dan siap aku buka. Basmalah, wajah orang tua dan putri menemani aku memulai perlahan membuka nya.
“bismillahhirrahmannirrahiim.. ya allah aku hanya bisa berusaha dan berencana yang menentukan itu Engkau ya Allah. Kuat kan aku dan bimbing aku ya allah.” Tutur aku dengan tersedu
Tulisan itu, kata-kata itu, kalimat itu arti kalimat itu tentu tidak akan terlupakan. Lagi-lagi dan lagi aku kembali menerima pernyataan dan berjumpa dengan kata-kata itu. “TIDAK DI TERIMA”. Kata-kata yang pernah menyesakan hati ku. Kembali berjumpa dengan aku. Aku tidak terkendali lagi air mata tumpah seketika itu juga tak peduli di depan ada orang banyak. Aku langsung berlari menuju pintu gerbang sekolah dengan terus terbayang wajah orang tua. Aku naik angkot dan terus bercucuran air mata menahan bunyi isak suara tersedu-sedu.

Aku tak berniat membuat kedua orang tua ku turut bersedih tapi aku tak kuasa membendung perasaan sedih ini. Ibu ku tak berhenti menasehati dan menenangkan aku. Dan aku telah membuat ibu aku meneteskan air mata nya. Dan aku hanya memeluk ibu.
“maafin eneng, maafin eneng, meaafin eneng.” Ungkap yang terus keluar dari mulut aku
Bapak aku langsung bergegas dan mengajak aku mencari sekolah yag masi membuka pendaftaran. Dan hasil nya hanya Ada satu sekolah SMA Negeri yang masi membuka pendaftaran tapi sungguh aku tidak mau di situ. Aku di ajak bapak ke SMKN 2 Bogor lagi untuk meminta kebijakaan kepada pihak sekolah dengan alasan aku dan putri kembar tapi hanya putri yang keterima dan bapak meminta kebijakaan pihak sekolah agar aku bisa di terima. Tapi pihak sekolah menolak. Aku sangat terpukul harus melihat bapak berkorban selalu demi aku. Tapi di situ aku dan bapak mendapat info bahwa bisa bersekolah disitu tetapi di bagian bangunan. Karena hanya di bagian itu yang masi perlu siswa.

Aku sangat sedih sekali. Tapi aku berusaha untuk tidak mengumbar-umbarkan kesedihan ku ini. Akhirnya aku pulang ke rumah tapi aku tidak pulang dengan ayah. Karena ayah aku harus hadir rapat untuk putrid yang berhasil keterima sekolah disitu. Sesampai dirumah, ayah menelepon aku dan memberitahu bahwa aku sudah di daftakan di pesat. kekejutan yag membuatku bimbang dengan tetap bercucuran air mata mencari-cari alasan air mata yang keluar bercucuran ini. “ya Alloh, aku sangat terharu dan bahagia kalu memang benar disekolahkan di pesat. tapi ya alloh aku sedih aku telah membuat orang tuaku berrkorban lagi dan lagi untuk ku.” Lirih suara hatiku

Akhirnya seketika itu juga aku memeluk erat ibu aku dan mencium telapak tangan ayahku dengan beribu ucapan syukur. Detik itu semangatku berkobar dan tekad kuat benar-benar dirasakan oleh ku. Aku berusaha tidak akan menyianyiakan kesempatan dan nikmat karunia yang Alloh berikan pada aku. “Ya Alloh, Alhamdulillah hambaMu ini diberikan nikmat dan ridhoMu. Hamba berusaha  semangat mengeja cita-cita dan mimpi-mimpi hamba. Hamba yakin Engkau memang Maha Adil. Walau aku masuk pesat harus dengan cara seperti ini dahulu tapi bagiku itu menjadi cerita indah dari kebesaranMu ya Alloh.” Lirih suara hati yang penuh syukur dan semangat baru





7 komentar:

alfath mengatakan...

dan karena takdir allah lah kita dpat di pertemukan... :)
hehe..

sejujurnya kk blum pernah ngalamin pengalaman kaya fitri ini..
hiks..
ceritanya mengharu kn..

Muhidin Saimin mengatakan...

mantaf .......

namercd mengatakan...

jangan sia-sia kan kesempatan ini, coz bnyak dari siswa di pesat ga sadar betapa beruntung nya mereka bisa masuk di PESAT,
saya pernah merasakan bangku SMA juga, klau mengingat masa itu ingin rasa nya hidup di masa SMA skrang dan sekolah di PESAT ... saya yakin bakal bnyak yg bisa kmu dapati di pesat untuk bekal masa depan kamu nanti .... believe it

om nawi

alfath mengatakan...

eh ada pk muh..
just info pa, yg punya blog ini skarang penulis berita di web pesat.. ;D
penggantinya ima
hehe..

fitri andani mengatakan...

hehehe
makasi ya om.. iya fitri juga yakin itu..
fitri mah beneran bersyukur banget dan pengen selalu semangat..:)

fitri andani mengatakan...

hehehe
bukan pengganti attuh...
tapi... penerusss.... ka ima...
hehehe
gitu ka alfath..

alfath mengatakan...

mh..
iya..
iya... peneruss.. >_<